Asuransi Terbaik, Terbagus dan Terpercaya

Mitra Sejati dalam Hidup Anda

(Pelajaran 2) Konsep Bisnis Asuransi Jiwa Print E-mail
User Rating: / 8
PoorBest 
Tujuan:
  1.  Mengidentifkasi ide dasar cara kerja asuransi
  2.  Memahami Cara mengelola resiko
  3.  Mengidentifikasi faktor-gaktor yang perlu diperhatikan sebelum menetapkan Jumlah premi Memahami hukum bilangan besar (Law Of Large Numbers)
Asuransi Jiwa mencoba untuk mengurangi dampak kerugian yang diderita oleh pemiliknya untuk pihak-pihak yang menjadi tanggungan pemilik aset tersebut dan cara memberikan kompensasi kerugian. Sekarang, mari kita lihat bagaimana cara kerja Asuransi Jiwa dalam memberikan kompensasi kerugian financial yang timbul akibat sebuah musibah atau resiko.

Apakah Anda mengetahui ide dasar cara kerja Asuransi Jiwa?

Ide sasar cara kerja Asuransi Jiwa adalah: sebuah resiko (kemungkinan timbulnya kerugian atau kerusakan tidak dapat dihindar, teatpi dampak resiko tersebut dapat diminimalisir.





Berikut adalah cara-cara meminimalkan Resiko :


1. Menghindari resiko: dapat dilakukan dengan menghilangkan kebiasaan merekok atau kegiatan yang mungkin dapat menimbulkan resiko.

contoh: Seorang perokok yang khawatir kanker paru-paru menghindadarinya dengan cara menghentikan kebiasaan tersebut.

2. Mengendalikan Resiko: metode "Mengendalikan Resiko" dapat dilakukan dengan cara mengurangi frekuensi dan dampak dari kerugian yang mungkin timbul.

Contoh: seseorang pengendara motor harus menggunakan helm dan merawat motornya secara berkala, untuk mengendalikan kergian yang mungkin timbul.

3. Menerima resiko: Menerima resiko dilakukan dengan mempertahankan resiko yang ada.

Contoh: seorang mandor di pabrik kimia mungkin tidak merasa perlu untuk membeli asuransi kesehatan atau jiwa karena berfikir dapat menanggung kerugian yang muncul apabila sebuah kecelakaan terjadi.

4. Mengalihkan Resiko: Mengalihkan Resiko dapat dilakukan dengan cara mentransfer resiko dari individu ke sebuah perusahaan.

Contoh: Khawatir apabila ia kehilangan kemampuan untuk menghasilakan pendapatan karena meninggal dunia atau kecelakaan, seorang kepala keluarga mungkin akan mengasuransikan jiwanya (melakukan transfer resiko ke perusahaan Asuransi Jiwa) dengan tujuan mengyelamatkan keluarganaya dari penderitaan dan kemiskinan di kemudian hari.
































Asuransi Jiwa mengelola resiko dengan cara:

  1. Memindahkan dampak kerugian dari seseorang individu kepada seubah grup
  2. Membagi kerugian yang dialamioleh individu tersebut kepada seluruh anggota grup.

Ilustrasi


Memindahkan resiko dari seorang individu kepada sebuah group

Kita asumsikan ada 1000 orang yang berusia 50 tahun dan dalam keadaan yang sehat. Namun perkiraannya, 10 orang memungkinkan akan meninggal dunia tahun ini.
dan Misalkan saja, Nilai ekonomis kerugian yang ditanggung oleh suat keluarga yang ditinggalkan adalah sekita Rp. 200 jt jadi total kerugian 10 keluarga sekita Rp. 2 Milyar.

Bila setiap orang dari group tersebut (dari 1000) menyumbang Rp. 5 jt per tahun untuk dana bersama, maka dana yang terkumpul sebesar rp. 5 M pertahun.

Jumlah tersebut tentu cukup untuk membayar Rp. 200 jt kepada setiap keluarga yang ditinggalkan. Artinya, Resiko yang dihadapi oleh 10 orang tadi disebar ke 1000 orang tergabung di dlam grup tersebut


TAHAPAN BISNIS Asuransi Jiwa


Bisnis Asuransi Jiwa (seperti yang dilakukan oleh perusahaan Asuransi Jiwa) memiliki beberpaa tahapan. Mari kita liaht tahapan tersebut.
  1. Menyatukan: menyatukan orang-orang dengan kepentingan asuransi yang sama, dengan tujuan membagi resiko yang sama.
  2. Mengumpulkan: mengumpulkan dana (premi) dari sekumpulan orang yang telah disatukan tadi.
  3. Membayar; membayar kompensasi (klaim) kepada mereka yang menderita kerugian.
Dalam bisnis ini, resiko-resiko yang diahapai setiap individu dipindahkan ke pihak penangggung (perusahaan Asuransi Jiwa), yang setuju untu mengganti kerugian dalam jumlah tertentu yang disebuat didalam kontrak polis. Jadi, sebelum menetapkan premi, perusahaan Asuransi Jiwa harus memperthatikan bebepa faktor.


Faktor-Faktor yang perlu diperhatika
n:



  1. Kemungkinan kerugian
  2. Nilai dari setiap kerugian
  3. Biaya adminsistrasi yang diperlukan untuk menjalankan usaha, seperti mengumpulakan premi dari setiap anggota, mengukut kerugian, membayar klaim dan lain-lain
  4. Ambang kesalahan yang mungkin timbul saat mengprediksi kerugian
  5. Faktor lainnya seperti financial, kesehatan dan faktor-faktor sosial.
Sebuah perusahaan Asuransi Jiwa harus mempertimbangkan seluruh faktor-fokotr tersebut sehingga terhindaar dari kerugian, seperti misalnya: menentukan jumlah premi yang lebih kecil dari seharusnya.


BISNIS Asuransi Jiwa

Bisnis Asuransi Jiwa tidak lain adalah saling berbagi. Hal ini bertujuan untuk menyebarkan kerugian yang diderita oleh seseorang ke seluruh anggota grup yang menghadapi resiko yang sama. Perusahaan Asuransi Jiwa betindak sebagai sebuah perwakilan, mengelola dana yang telah dikumpulkan atas nama komutitas grup tersebut. perusahaan Asuransi Jiwa juga harus mengatur sedemikian rupa sehingga tidak ada pihak yang meras dirugikan.

TIDAK SEMUA RESIKO DIASURANSIKAN
Di sini, perusahaan Asuransi Jiwa harus mengetahui bahwa tiak semua resiko dapat diasuransikan s. Sbuah resiko dapat diasuransikan apabila:


Memungkinkan bagi perusahaan Asuransi jiwa untuk menghitung kerugian secara financial.

contoh: Seseorang, yang tidak memiliki penghasilan dan tidak mampu membayar premi, tidak dapat membeli Asuransi Jiwa.

Mengasuransikan sesuatu yang tidak memiliki nilai ekonomis tidak memungkiknakn
Dalam hal ini, perusahaan Asuransi Jiwa tiak akan meungkin dapat mengukur resiko tersebut secara financial. Atau premi yang harus dibayarkan oelh satu orang dalam group sangat besar, sehingga terlalu mahal.



Terdapat beberapa jenis resiko yang sama.

Disebuah negara yang hanya memiliki transportasi laut dalam jumlah sedikit, pernawaran asuransi transportasi laut hanya akan menimbulkan keseuliatan keutangan bagi pserusahaan asuransi.
Dalam hal ini, tidak terdapat banyak orang yang memiliki resiko yang sama, sehingga dana yang dikumpulkan (premi) tidak akan mencukupi.


Nilai ekonomis atau jiwa yang diasuransikan dan resiko yang ditanggung memilik kepentingan asuransi (insurable Intrerest)

Insurable Interest adalah sebuah persyaratan yang terdapat didalam kontrak asuransi dimana disebutkan bahawa seseorang akan menganggung kerugian sebagai akibat dari kembaitian anggotanya lainnya. dan jumalah kergian tersebut cukup untuk digunakan sebagai kompensaasi.

Contoh, seorang suami dan istri memiliki insurable interest diantara mereka Rekanan dalam binsi mempunya insurable interest diantara mereka. Seorang kreditur meimiliki insurable intrerst dengan seorang debitur. dlaam contorh ini , seorang akan menganggung kerugian yang timbul akibat kematian orang lain.
































Asuransi Jiwa, sebagai alat untuk menyebarkan resiko, hanya dapat bekerja apabila perusahaan asruansi jiwa mampu menanggung resiko yang sama dalam jumlah yang besar. Saat perusahaan Asuransi Jiwa mampu menaggung resiko yang sama dalam jumlah yang besar, maka berlakulah hukum law of large number (hukum bilangan besar).



Law of Large Number
menyatakan apabila jumlah eksposeru kerugian meningkat, maka prediksi kerugian akan semakin mendekati jumlah kerugian yang nyata (actual loss). Penggunaan Law of large Number akan memungkinkan jumlah kerugian untuk diprediksi secara lebih baik.

Hal ini penting bagi perusahaan Asuransi Jiwa karena mereka harus menentukan jumlah premi (berdasarkan perkiraaan kerugian). Kumpulan premi ini nantinya akan digunakan apabila pemegang asuransi mengalami kerugian.




Tertarik?
Jika Anda tertarik untuk mendapat informasi yang lebih jelas mengenai Produk Asuransi Terbaik kami, silakan:








Izin Kutip / Cetak

Kami memperbolehkan Anda yang ingin mengutip artikel sebagian atau keseluruhan naskah yang ada dalam website ini selama Anda menuliskan sumber dan melink-kan URL (http://infoasuransi.net) kepada situs ini.

Untuk pencetakan pun kami perbolehkan, asalkan naskah tersebut tidak untuk dikomersialkan (dijual dalam bentuk buku, dll), tulis sumber dan URL kami sebagai tanda penghargaan anda kepada kami.




 

Add comment


Security code
Refresh

Hubungi Sekarang Juga

Person  : M. Hadi Wijayaningrat
              Agen Asuransi Online
 
Agent Office
Perkantoran Pemda DKI
Lantai 2, Sisi Barat
Lebak Bulus
Jakarta - Indonesia
Telp       021 4030 8 999
HP:        0815 84 15 3838
              0813 840 38848
email:
   hadi at satuasuransi.com
 

Asuransi Travel International

http://asuransitravelonline.com/images/image/icon/asuransi-travel-international-axa.jpg

Diskon 10% All Item

Our Staff

M. Hadi Wijaningrat
Leader
Lisence: AAUI - AAJI
Sample image Rahmat Rio
Support
Sample image M. Yunus
Staff

Who's Online

We have 7 guests online

Dibawah Pengawasan

Banner
Banner
Banner

Pembayaran Premi

Banner
Banner
Banner

You are here: Home Asuransi (Pelajaran 2) Konsep Bisnis Asuransi Jiwa

butuhasuransimobil

 

Asuransi Pendidikan

Dapatkan Asuransi pendidikan terbaik dan Termurah (Klik)

Asuransu Pom Bensin SPBU
asuransi-pom-bensin-spbu

Asuransi Jiwa Syariah Terbaik Indonesia