Efektivitas Asuransi Kesehatan bagi Perusahaan Print
User Rating: / 1
PoorBest 
Tuesday, 07 June 2011 11:14
Pada edisi Minggu lalu, saya sudah menyampaikan pembahasan tentang perlindungan asuransi jiwa dalam bentuk income protection, yang notabene merupakan bagian dari kompensasi perusahaan kepada karyawan, dan itu merupakan bagian penting dalam strategi pengembangan SDM.

Seperti yang saya janjikan kepada Anda, pada edisi kali ini saya akan menyajikan pembahasan tentang asuransi kesehatan sebagai bagian dari strategi kompensasi perusahaan. Secara faktual,paling tidak ada dua alasan penting mengapa perusahaan perlu mensponsori proteksi kesehatan bagi para karyawan melalui skema asuransi kesehatan.

Pertama, kondisi karyawan yang sehat akan mengurangi peluang bagi mereka untuk tidak masuk yang disebabkan karena sakit atau absen. Dengan tingginya persentase kehadiran secara penuh di kantor, produktivitas karyawan diharapkan bisa terjaga dengan baik.

Kedua, perlindungan asuransi kesehatan diberikan kepada karyawan sebagai bagian dari kompensasi perusahaan, dan itu bertujuan meningkatkan daya tarik bagi SDM bermutu agar mereka bergabung dan terus bergabung dengan perusahaan.

Dengan demikian, kemampuan perusahaan untuk menarik SDM berkualitas dengan tingkat retensi yang tinggi bisa terjaga dengan baik. Kedua tujuan praktis ini menjadi alasan utama mengapa ada banyak perusahaan yang mengikutsertakan asuransi kesehatan sebagai bagian kompensasi bagi karyawan masing-masing.

Kompensasi dengan fasilitas asuransi kesehatan dapat menjadi bagian penting dari strategi SDM,sehingga para tenaga kerja yang andal bisa menentukan pilihan untuk masuk dan tetap bergabung dengan perusahaan yang bersangkutan. Program asuransi kesehatan yang tersedia bagi karyawan penting untuk menarik dan mempertahankan SDM yang penuh talenta di dalam perusahaan. Pada praktiknya, perusahaan bisa mensponsori asuransi kesehatan bagi karyawan dalam bentuk Asuransi Individu maupun Asuransi Kumpulan.

Pertama,Asuransi Individu adalah program asuransi dengan basis individu yang memberikan perlindungan bagi para karyawan dan keluarga masing-masing,di mana perusahaan asuransi jiwa akan menerbitkan masing-masing satu polis untuk setiap karyawan. Itu sebabnya, dalam proses penerbitan polis jenis ini, perusahaan membutuhkan hasil diagnosa kesehatan dari setiap karyawan untuk dianalisis.

Pada proses ini,perusahaan asuransi jiwa akan menggunakan Tabel Mortalitas dan Tabel Morbiditas untuk mengidentifikasi layak tidaknya seorang karyawan mendapatkan proteksi kesehatan sesuai ketentuan dan batasan yang diberikan oleh perusahaan.Tabel Mortalitas merupakan probabilitas angka kematian berdasarkan usia dan jenis kelamin, sedangkan Tabel Morbiditas adalah probabilitas terjadinya gangguan kesehatan.

Keseluruhan proses tersebut dikenal dengan istilah Proses Underwriting. Kedua,Asuransi Kumpulan adalah program asuransi dengan basis kumpulan yang memberikan perlindungan bagi seluruh karyawan dan keluarganya melalui satu polis induk yang diterbitkan perusahaan asuransi jiwa.

Dalam hal ini, perusahaan asuransi jiwa akan menggunakan referensi Experience Rating yang diterbitkan oleh Bagian Aktuari dalam menghitung premi yang harus dibayar perusahaan. Dalam Program Asuransi Kumpulan, perusahaan asuransi jiwa tidak akan melakukan proses underwriting terhadap karyawan satu per satu. Sebaliknya, perusahaan akan melakukan perhitungan premi berdasarkan Experience Rating secara kelompok.

Umumnya, industri asuransi jiwa di Indonesia melayani penyelenggaraan asuransi kesehatan kumpulan dengan tipe Indemnity Plans.Ada dua jenis layanan asuransi kesehatan lainnya yang kurang populer di Indonesia,yakni Manage Care Plansdan Point of Services Plans.

Pada praktiknya, untuk memberikan manfaat yang optimum bagi karyawan, di banyak negara ada perusahaanperusahaan besar yang mengadopsi dan memberikan satu atau dua macam penyelenggaraan asuransi secara sekaligus. Ketiga bentuk penyelenggaraan asuransi kesehatan tersebut memiliki kelebihan serta kekurangan. Pilihan mana yang terbaik,semua itu bergantung pada kebutuhan setiap perusahaan.

Apa itu Indemnity Plan?

Pada program asuransi kesehatan berdasarkan indemnity plan,perusahaan memberikan perlindungan asuransi kepada karyawan dalam ben-tuk santunan uang tunai seba-gai pengganti biaya pengobatan karyawan yang bersangkutan. Dalam hal ini, perusahaan asuransi jiwa akan membayarkan uang pengganti kepada karyawan, atau akan membayarkannya secara langsung kepada rumah sakit/klinik atau dokter yang merawat setelah karyawan yang bersangkutan mendapatkan perawatan kesehatan.

Program asuransi kesehatan jenis ini akan membayarkan santunan atau manfaat asuransi berdasarkan Reimbursement untuk penggantian biaya perawatan,baik biaya perawatan rumah sakit, biaya operasi, maupun biaya dokter.Keunggulan program asuransi Indemnity Plan adalah fleksibilitas di dalamnya, yakni para karyawan bisa menentukan provider baik dokter atau rumah sakit pilihannya.

Selanjutnya, perusahaan asuransi jiwa akan melunasi biaya perawatan kesehatan tersebut setelah karyawan selesai mendapatkan perawatan. Program jenis ini sangat sesuai untuk karyawan dengan mobilitas tinggi, kerap meninggalkan kota asalnya, dan saat membutuhkan pelayanan kesehatan dia dapat memilih provider yang tersedia di kota tersebut.

Umumnya, program asuransi Indemnity Plan menawarkan tiga manfaat kesehatan, yaitu (1) manfaat perawatan rumah sakit (Hospital Cash Plan Benefit); (b) manfaat perawatan dengan operasi (Surgical Espenses Benefit); dan (c) manfaat perawatan oleh dokter (Physician Expenses Benefit). Saya akan menguraikan ketiga manfaat tersebut kepada Anda pada edisi minggu depan.‚óŹ EDDY KA BERUTU Praktisi Asuransi

Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/404036/