Asuransi Terbaik, Terbagus dan Terpercaya

Mitra Sejati dalam Hidup Anda

Ada BPJS, Bagaimana Kerjasama dengan Asuransi Swasta Lainnya? Print E-mail
User Rating: / 3
PoorBest 
Tuesday, 23 September 2014 19:09

Setelah adanya BPJS, bagaimana dengan polis asuransi komersial yang sudah terlanjur dibeli oleh nasabah? Masih perlukah memiliki asuransi di luar BPJS Kesehatan? Lalu apa itu coordination of benefit (COB) dengan asuransi swasta? Mari kita membahasnya bersama.

Menurut staf ahli Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Mahlil Ruby, BPJS sebagai asuransi sosial pada dasarnya berbeda dengan asuransi komersial. Pasalnya, asuransi sosial seperti BPJS bersifat wajib untuk seluruh penduduk Indonesia. Karena persertanya adalah seluruh rakyat Indonesia, di BPJS berlaku subsidi silang yang luas: masyarakat golongan mampu membantu yang miskin dan peserta sehat membantu yang sakit.

Sementara itu pada asuransi komersial, keanggotaannya bersifat sukarela. Paket perlindungan dirancang oleh asuransi tersebut dan besaran iuran disesuaikan dengan paket yang dipilih peserta. Peserta juga bergotong-royong saling menanggung beban peserta yang sakit, tetapi subsidinya terbatas antar peserta pada asuransi tersebut.

Apakah BPJS sudah cukup?

Menurut Mahlil, sebetulnya biaya kesehatan yang ditanggung BPJS sudah cukup maksimal. Akan tetapi jika pasien menginginkan layanan lebih yang tidak ditanggung oleh BPJS, maka selisihnya akan dibayar sendiri oleh pasien atau asuransi komersial yang menanggungnya.

“Misalnya, kalau si pasien ingin memasang ring jantung yang lebih bagus, tentu harganya akan lebih mahal. Kalau misalnya yang ditanggung JKN (Jaminan Kesehatan Nasional- red) Rp 100.000, sementara harga ring yang bagus itu Rp 150.000, maka selisih harga itu yang akan dibayarkan oleh asuransi komersial,” jelas Mahlil Ruby pada sebuah seminar yang diselenggarakan oleh Willis Indonesia di Jakarta bulan Maret 2014 lalu.

Coordination of Benefit (COB)

Nah, dalam hal ini BPJS dan asuransi komersial dapat saling berbagi manfaat dalam pelaksanaan perlindungan kesehatan masyarakat. Inilah yang disebut sebagai mekanisme koordinasi manfaat atau coordination of benefit (COB).

Menurut Mahlil, dengan COB masyarakat dapat menggunakan dua asuransi yaitu BPJS Kesehatan dan asuransi komersial, tanpa harus kuatir terjadi klaim ganda atau kerumitan dalam pengajuan klaim manfaat. Syaratnya adalah BPJS dan asuransi komersial harus melakukan COB. Nantinya, BPJS Kesehatan bisa menjadi pembayar klaim utama, sementara asuransi komersial sebagai sekunder atau pendukung. Dalam prakteknya, jika ada klaim dari peserta, BPJS akan membayar klaim sampai dengan besaran yang dicakup oleh BPJS dan asuransi komersial akan menutup sisanya sesuai dengan besaran yang ditanggung.

Untuk mendapatkan jaminan BPJS dan asuransi komersial sekaligus, masyarakat sebaiknya membeli asuransi yang sudah memiliki COB dengan BPJS. Dengan demikian pasien BPJS nantinya bisa dengan mudah mendapatkan fasilitas tambahan selama tersedia seperti pindah kelas di RS serta memperoleh layanan alkes. Selain itu pasien BPJS bisa langsung dirujuk ke RS swasta yang belum bekerjasama dengan BPJS.

Kendala di Lapangan

Dalam pelaksanaanya, COB antara BPJS dengan asuransi komersial masih dihadang sejumlah kendala antara lain perbedaan tarif RS swasta dengan RS pemerintah. RS swasta tidaklah mendapat subsidi pemerintah sehingga tarif mereka jelas lebih tinggi. Biaya kamar kelas 2 di RS swasta bisa saja sama bahkan lebih mahal dibanding biaya kelas 1 di RS pemerintah. RS swasta pun belum tentu mau dibayar dengan tarif INA-CBGs (Indonesia Case Base Groups) yang berlaku.

Meskpun demikian, pemerintah harus tetap berjalan untuk mewujudkan penyediaan layanan kesehatan terstandar dan terjangkau bagi masyarakat. Direktur Pelayanan BPJS Kesehatan Fajriadinur menginformasikan bahwa BPJS Kesehatan telah menandatangani MoU dengan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) serta membuat rancangan kerjasama mekanisme COB. Template tersebut sudah dikirimkan ke masing-masing perusahaan asuransi komersial untuk dipelajari.

Semoga banyak perusahaan asuransi komersial yang bergabung dengan BPJS agar keterbatasan sarana jaminan kesehatan nasional (JKN) dapat ditutupi dengan partisipasi pihak swasta melalui coordination of benefit (COB).

Buka asuransi Rawat Inap Perusahaan bekerja sama dengan BPJS

Hubungi Kami, Hadi yang tertulis dibawah ini

Cara mudah mendapatkan solusi Hidup

http://howmoneyindonesia.com/2014/04/15/ada-bpjs-bagaimana-kerjasama-dengan-asuransi-swasta-lainnya/

 

Add comment


Security code
Refresh

Hubungi Sekarang Juga

Person  : M. Hadi Wijayaningrat
              Agen Asuransi Online
 
Agent Office
Perkantoran Pemda DKI
Lantai 2, Sisi Barat
Lebak Bulus
Jakarta - Indonesia
Telp       021 4030 8 999
HP:        0815 84 15 3838
              0813 840 38848
email:
   hadi at satuasuransi.com
 

Asuransi Travel International

http://asuransitravelonline.com/images/image/icon/asuransi-travel-international-axa.jpg

Diskon 10% All Item

Our Staff

M. Hadi Wijaningrat
Leader
Lisence: AAUI - AAJI
Sample image Rahmat Rio
Support
Sample image M. Yunus
Staff

Who's Online

We have 75 guests online

Dibawah Pengawasan

Banner
Banner
Banner

Pembayaran Premi

Banner
Banner
Banner

You are here: Home Berita Ada BPJS, Bagaimana Kerjasama dengan Asuransi Swasta Lainnya?

butuhasuransimobil

 

Asuransi Pendidikan

Dapatkan Asuransi pendidikan terbaik dan Termurah (Klik)

Asuransu Pom Bensin SPBU
asuransi-pom-bensin-spbu

Asuransi Jiwa Syariah Terbaik Indonesia