Asuransi Terbaik, Terbagus dan Terpercaya

Mitra Sejati dalam Hidup Anda

Sinergi BPJS Kesehatan dengan Asuransi Swasta Print E-mail
User Rating: / 2
PoorBest 
Thursday, 08 May 2014 00:00

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan telah menjalin kerja sama dengan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) melalui mekanisme Cooordination of Benefit (CoB) atau koordinasi manfaat pada awal April 2014.

Mekanisme tersebut untuk meningkatkan pelayanan bagi peserta yang mampu membayar lebih dan memberikan kenyamanan kepada mereka. Akankah sinergi melalui mekanisme CoB tersebut akan berjalan dengan baik?

Mulai 1 Januari 2015, setiap warga negara Indonesia sudah harus mengikuti program BPJS Kesehatan. Bagi peserta yang menginginkan adanya kenyamanan yang lebih, BPJS Kesehatan menawarkan sebuah pilihan berupa CoB, bekerjasama dengan AAJI dan AAUI. Masyarakat yang menginginkan tetap menjadi nasabah asuransi swasta, dengan melalui mekanisme CoB akan akan ter-cover oleh BPJS Kesehatan maupun asuransi komersial. Antardua jenis asuransi itu dapat saling bersinergi dalam pelaksanaan BPJS Kesehatan melalui mekanisme koordinasi manfaat. Seperti tertuang dalam Pasal 28 Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2013, BPJS Kesehatan membuka kesempatan bagi pesertanya untuk mendapatkan manfaat lebih melalui skema koordinasi manfaat atau CoB.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris mengatakan bahwa melalui skema CoB, peserta BPJS Kesehatan dapat memperoleh pelayanan terbaik sesuai tingkat kemampuannya. Melalui mekanisme CoB, peserta BPJS Kesehatan yang membeli asuransi kesehatan tambahan dari Penyelenggara Program Asuransi Kesehatan Tambahan atau Badan Penjamin lain yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, bisa naik kelas perawatan dan mendapatkan benefit lain yang tidak tercakup dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Selain itu, peserta dapat melakukan perawatan lanjutan yang ekslusif dan berobat di rumah sakit swasta yang belum bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, jika dalam keadaan gawat darurat. CoB merupakan suatu proses yang melibatkan dua atau lebih penanggung yang menanggung orang yang sama untuk benefit asuransi kesehatan yang sama. “Namun, tentu tetap ada pembatasan total benefit dalam jumlah tertentu yang tidak melebihi jumlah pelayanan kesehatan yang dibiayai,” ujarnya.

Fahmi melanjutkan, skema CoB dapat menjadi peluang bagi asuransi komersial meski sudah ada BPJS Kesehatan, untuk menjangkau pemegang polis yang lebih luas lagi. Dalam skema ini, BPJS Kesehatan menjadi penjamin utama sesuai tarif yang berlaku dalam program JKN, sementara sisanya merupakan tanggung jawab asuransi komersial sesuai polis yang diperjanjikan kepada pemegang polis. Karena itu, pihaknya berharap asuransi komersial nantinya akan menurunkan premi yang ditawarkan kepada pemegang polis. Diharapkan lewat kerja sama ini biaya premi asuransi komersial akan turun karena beberapa item layanan kesehatan telah ditanggung BPJS Kesehatan.

Di tempat yang sama, usai serah terima “Berita Acara Sera Terima Template Perjanjian Kerja Sama Koordinasi Manfaat” antara BPJS Kesehatan dan AAUI dan AAJI, Ketua AAJI Hendrisman Rahim mengatakan bahw karena sebagian klaim telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan, logikanya premi yang dibebankan kepada pemegang polis asuransi komersial memang perlu turun. Tetapi saat ini terlalu dini bila perusahaan asuransi komersial langsung mengatakan akan menurunkan preminya. Pihaknya perlu menghitung seberapa jauh CoB dapat mengurangi premi pemegang polis. Sepertinya skema CoB ini memberi benefit bagi asuransi komersial untuk menambah jumlah pemegang polis serta meningkatkan pelayanan.

Kepala Eksekutif Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Firdaus Djaelani menyambut baik sinergi yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan dengan asuransi komersial. OJK senantiasa memantau perkembangan sistem JKN yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan dan asuransi swasta. OJK berharap kerja sama ini dapat menjawab tantangan kebutuhan masyarakat mengenai variasi jenis manfaat dan juga peningkatan pelayanan kesehatan. OJK menghimbau industri asuransi nasional agar tidak terlalu mengkhawatirkan kehadiran BPJS Kesehatan. “Seharusnya dapat dimanfaatkan asuransi swasta untuk meng-cover masyarakat yang masih kurang atau tidak mendapat jaminan asuransi yang cukup dari BPJS Kesehatan. Jika potensi asuransi kesehatan ini belum tergarap, bisa menggunakan data BPJS untuk menggarap potensi yang lebih besar diatas coverage dari BPJS Kesehatan,” ungkap Firdaus.
Sementara itu Direktur Eksekutif AAUI Julian Noor mengatakan bahwa ada tantangan yang dihadapi perusahaan asuransi di tanah air terkait hadirnya BPJS. Ini perlu disikapi dengan baik. Bila tidak, industri asuransi akan mengalami penurunan dari sisi bisnis. Julian menyebutkan beberapa tantangan, antara lain BPJS Kesehatan menjamin kelas perawatan sampai kelas 1, maka sebagian pekerja tidak perlu lagi jaminan tambahan. Kedua, peserta asuransi kesehatan swasta akan mulai membandingkan skema BPJS Kesehatan dengan benefit asuransi kesehatan. Ketiga, cara menemukan pola kerja sama antara dua sistem asuransi kesehatan yang berbeda, yakni BPJS Kesehatan dengan managed care dan asuransi kesehatan dengan indemnity.

Meskipun memunculkan tantangan, Julian memandang ada peluang yang muncul dari hadirnya BPJS bagi industri asuransi. Yakni pertama, apabila pelayanan BPJS Kesehatan memuaskan akan memudahkan pengenalan dan penetrasi asuransi kesehatan swasta ke masyarakat. Kedua, jika pelayanan BPJS Kesehatan kurang memuaskan, asuransi kesehatan swasta akan dibutuhkan dalam jaminan kesehatan. Ketiga, dengan menciptakan produk asuransi kesehatan high class sebagai pemenuhan kebutuhan terhadap pelayanan tambahan yang tidak dapat dilakukan BPJS Kesehatan. “Selain itu, tidak pernah ada satu produk yang dapat menjangkau semua lapisan masyarakat. Ini peluang bagi perusahaan asuransi swasta di Indonesia,” tegasnya.


Namun, lanjutnya, apabila perusahaan asuransi swasta harus menurunkan premi kesehatan dalam waktu dekat masih perlu dikaji dan tidak mudah dilakukan. BPJS Kesehatan dan asuransi swasta mempunyai perbedaan-perbedaan dalam pembayaran klaim. BPJS bersifat menurunkan harga, asuransi swasta membayar sesuai fasilitas kesehatan yang dipakai.

Tetap Berbeda
Namun, tetap ada perbedaan antara asuransi swasta dan BPJS. Seperti yang dikatakan staf ahli Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Mahlil Ruby, ada perbedaan antara asuransi sosial dan komersial. Misal, asuransi sosial BPJS sifat kepesertaannya wajib untuk seluruh warga negara. Paket jaminan dan iuran ditetapkan dalam undangundang. Diberlakukan sistem subsidi silang yang luas, masyarakat golongan mampu membantu yang miskin dan peserta sehat membantu yang sakit. Sebaliknya, asuransi komersial atau asuransi swasta, kepesertaannya bersifat sukarela. Paket jaminan dirancang oleh asuransi yang bersangkutan dan besaran iuran sesuai paket yang diambil peserta. “Meski ada subsidi silang antarpeserta, tetap terbatas yaitu peserta sehat membantu yang sakit,“ jelasnya.

Mahlil menjelaskan melalui CoB, peserta menggunakan dua jenis asuransi yaitu sosial dan komersial. Untuk mencegah duplikasi pembayaran atas klaim peserta, kedua lembaga asuransi itu melakukan CoB. Misalnya, BPJS Kesehatan sebagai pembayar klaim utama, sedangkan asuransi komersial sebagai sekunder atau penunjang. Sehingga ketika ada sebuah klaim dari peserta, BPJS Kesehatan membayar klaim itu dengan besaran tertentu dan sisanya ditanggung asuransi komersial. Namun besaran yang ditanggung asuransi komersial harus disesuaikan dengan kondisi rumah sakit (RS) yang bersangkutan.

Asuransi Dukung CoB
Direktur Asuransi Sinar Mas (ASM) Dumasi MM Samosir menjelaskan bahwa ASM telah menyiapkan produk sejenis untuk segmen pasar high-end juga mikro. Jaringan provider hingga ke luar negeri merupakan komitmen ASM bagi para pemegang polisnya. Masyarakat tetap banyak yang memilih berobat ke luar negeri dengan alasan biaya berobat lebih murah. Produk yang ditawarkan bisa menjadi pelengkap dari program BPJS. Asuransi kesehatan termasuk lini bisnis cukup besar dalam memberi kontribusi terhadap perolehan premi ASM. Diharapkan, CoB memberikan peluang bagi asuransi swasta menggenjot lini usaha asuransi kesehatan.

Sementara usai acara paparan kinerja 2013 Sun Life, Presiden Direktur PT Sun Life Financial Indonesia Bert Paterson mengakui pihaknya tertarik dengan mekanisme CoB, tapi masih menunggu hasil diskusi antara BPJS Kesehatan dan asosiasi asuransi secara jelas. Kerja sama dengan BPJS Kesehatan diperkirakan memiliki dampak positif bagi lini bisnis asuransi kesehatan. Sun Life siap mengoptimalkan benefit dari kerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Presiden Direktur PT Prudential Life Assurance William Kuan. Menurutnya, Prudential Indonesia sangat mendukung program BPJS Kesehatan karena penetrasi asuransi masih rendah. BPJS Kesehatan sangat membuka peluang untuk asuransi swasta dengan program CoB dan pasti akan melakukan kerja sama tersebut. Saat ini masih dilakukan penjajakan melalui AAJI sebagai asosiasi.

Secara terpisah, Direktur Pemasaran AXA Indonesia Emmanuel Wehry mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan strategi harmonisasi antara lini usaha asuransi kesehatan yang dijalani perusahaan dan adanya program JKN. Pihaknya masih membahas koordinasi manfaat ini sebelum menggandeng BPJS Kesehatan dalam memberikan perlindungan kesehatan kepada nasabah dengan mekanisme CoB tersebut. Widiastuti

Buka asuransi Rawat Inap Perusahaan bekerja sama dengan BPJS

Hubungi Kami, Hadi yang tertulis dibawah ini

Cara mudah mendapatkan solusi Hidup

 

Add comment


Security code
Refresh

Hubungi Sekarang Juga

Person  : M. Hadi Wijayaningrat
              Agen Asuransi Online
 
Agent Office
Perkantoran Pemda DKI
Lantai 2, Sisi Barat
Lebak Bulus
Jakarta - Indonesia
Telp       021 4030 8 999
HP:        0815 84 15 3838
              0813 840 38848
email:
   hadi at satuasuransi.com
 

Asuransi Travel International

http://asuransitravelonline.com/images/image/icon/asuransi-travel-international-axa.jpg

Diskon 10% All Item

Our Staff

M. Hadi Wijaningrat
Leader
Lisence: AAUI - AAJI
Sample image Rahmat Rio
Support
Sample image M. Yunus
Staff

Who's Online

We have 70 guests online

Dibawah Pengawasan

Banner
Banner
Banner

Pembayaran Premi

Banner
Banner
Banner

You are here: Home Berita Sinergi BPJS Kesehatan dengan Asuransi Swasta

butuhasuransimobil

 

Asuransi Pendidikan

Dapatkan Asuransi pendidikan terbaik dan Termurah (Klik)

Asuransu Pom Bensin SPBU
asuransi-pom-bensin-spbu

Asuransi Jiwa Syariah Terbaik Indonesia